BAB 4
MODULARITAS
Suatu pemrograman yang baik seharusnya
program yang besar dipecah menjadi program-program yang kecil yang selanjutnya
disebut modul. Modul-modul kecil tersebut dapat dipanggil sewaktu-waktu
diperlukan. Dalam PHP juga mendukung konsep tersebut yang selanjutnya diberi
nama modularitas. Kita dapat menyisipkan isi suatu file/modul lain ke dalam
file/modul tertentu. Terdapat 2 perintah/function untuk hal tersebut dalam PHP
yaitu menggunakan include dan require.
1. Fungsi Include()
Untuk memudahkan
pemahaman, diberikan contoh berikut. Misalkan kita akan membuat menu link
sejumlah 4 buah yaitu index, about, links, dan contact pada setiap halaman web
yang kita buat. Teknik yang digunakan adalah membuat menu link dalam suatu
modul tersendiri kemudian modul tersebut dipanggil pada setiap halaman web yang
diinginkan terdapat menu link di dalamnya.
Dari teknik di
atas tampak adanya kemudahan dalam membuat halaman web. Dalam hal ini, kita
tidak perlu membuat menu link di setiap halaman web yang ada. Bayangkan
seandainya kita punya halaman web sejumlah 100 buah yang kesemuanya ingin
diberi menu link tanpa menggunakan teknik di atas, tentu hal tersebut sangat
merepotkan. Meskipun secara teknis, kode pembangun web dipecah dalam
modul-modul, namun ketika di browser akan terlihat menyatu.
Berikut ini
adalah kode HTML yang dihasilkan oleh browser ketika membuka halaman web
index.php.
2. Fungsi Require()
Cara
penggunaan maupun fungsi dari require() sama dengan include(). Jadi apa perbedaannya?
Sebaiknya mana yang kita gunakan? Perhatikan contoh berikut ini
<?php
include("noFileExistsHere.php");
echo "Hello World!";
?>
dengan asumsi bahwa file
noFileExistxHere.php tidak ada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar